Tudung saji abadi
Tiang di sudut rumah telah tampak lusuh pula rapuh
Rayap yang pemakan itu sudah tampak kenyang dan lelah bekerja siang malam,
Menghancurkan penyangga iman sedikit demi sedikit,
Atas nama pekerjaan memakan waktu,
Atau rasa malas merajai nafsu,
Hingga tersingkap semua aurat pembunuh hati
Angin seolah tau mana hamba yang sudah tak berdiri tegak lagi,
Menghempasnya ke ujung tepi,
Mencela satu kata seribu arti,
Debu pun memgatakan iya pada setiap tempat dihampiri,
Ketika takbir telah di ucap, ketenangan lantas pergi jauh,
Hingga hinggap rasa ingin salam sebelum tasyahud akhir.
Tudung saji abadi tak terisi,
Luka menganga tak terperi,
Apa kabar hati yang tak lagi memiliki penyangga,
Masihkah beserta iman, islam, dan ruh islami bersembahyang dalam hamba peraih ridho semesta?
Astaudi'ukumullah birridho wal 'afiyah
Komentar
Posting Komentar