Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Tanpa Judul

Gambar
Purnama masih juga berganti,  Namun esistensi rasa masih juga menepi,  Aku bertahan dalam sepi,  Memandang kaca penuh retakan hati,  Meski engkau telah berlalu pergi,  Rasa yang engkau tanamkan masih saja bersemi, Melupakanmu mungkin jalan yang memang ditempuh,  Memilikimu masih saja angan yang melambung jauh,  Namun menghapus rasa unt mu adalah daya yang masih ku perjuangkan penuh,  Aku masih saja berlari pada titik yang sama,  Menghapus keharmonisan senyuman seraya tangisku menggema,  Apa daya hati ingin berucap jangan,  Jika hatimu tak lagi enggan,  Masa depan kelabu masih saja merasuk perih,  Saat aku jatuh cinta, dalam diam, dalam-dalam, sendirian,  Tertawakan tangisanku, acuhkan kegalauanku, namun ingatlah namaku.  Atas nama apa aku bertahan  Satu nama yang masih aku pertahankan,  Perjuangan ku bukan sampah serapah Aku sendiri, mencintaimu setulus hati Aku bertahan, karena bagi...

Kelabu

Gambar
Perempuan di balik tirai, Sedang menunggu doa yang terijabahi Dalam kerumunan kain putih di atas sajadah tangan menengadah Ia berbisik ke bumi semoga langit mendengar Pinta demi pinta untuk lamanya penantian musim berganti Sementara hujan masih saja jatuh, Entah di pipi entah dari langit semesta. Jarum jam yang seolah melambat menadakan hari tak jua cepat Langit kelabu memenuhi ufuk timur menggenggam kegelapan, Karena terang sedang pergi entah kemana Jarak masih juga tergerak, Restu masih juga membisu Ku gayuhkan tangan salim kepada sang ibu Gerbang semesta semoga meridhoi Perjumpaan kita di persimpangan jalan, Semoga berakhir di pelaminan, Meski tak saling kenal dari hari hingga tahun berjalan. Kita bersatu dalam ikatan keyakinan. Salam mengabdi pada tinta ikatan suci.