Tanpa Judul
Purnama masih juga berganti,
Namun esistensi rasa masih juga menepi,
Aku bertahan dalam sepi,
Memandang kaca penuh retakan hati,
Meski engkau telah berlalu pergi,
Rasa yang engkau tanamkan masih saja bersemi,
Melupakanmu mungkin jalan yang memang ditempuh,
Memilikimu masih saja angan yang melambung jauh,
Namun menghapus rasa unt mu adalah daya yang masih ku perjuangkan penuh,
Aku masih saja berlari pada titik yang sama,
Menghapus keharmonisan senyuman seraya tangisku menggema,
Apa daya hati ingin berucap jangan,
Jika hatimu tak lagi enggan,
Masa depan kelabu masih saja merasuk perih,
Saat aku jatuh cinta, dalam diam, dalam-dalam, sendirian,
Tertawakan tangisanku, acuhkan kegalauanku, namun ingatlah namaku.
Atas nama apa aku bertahan
Satu nama yang masih aku pertahankan,
Perjuangan ku bukan sampah serapah
Aku sendiri, mencintaimu setulus hati
Aku bertahan, karena bagiku engkau yang pantas untuk diperjuangkan.
Komentar
Posting Komentar