Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Berdamai dengan Mimpi

Gambar
Ku tatap wajahnya kembali, Sang mentari yang menjadi duri Pembunuh berjuta harap Menjadi buruknya mimpi. Aku memasang wajah yang sama Saat pertemuan perdana bertahun silam Agar ia faham Kuat adalah aku Memaafkan namun tak melupa Sakit itu masih kerasa Kuat dan tak kan pernah binasa Perempuan dengan martabat di injak Melebur dalam airmata di pojokan khayal Namun kekuatan senyum biarlah yang mengikuti langkahnya, Pembalasan Tuhan lebih indah dari tangan kepal menggenggam.