Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Sorot Mata Hampa

Gambar
Sekali lagi, aku menemukanmu di ujung jemariku menengadah, pada satu cahaya aku menyembah, atas sepasang ruh yang masih berteguh, meski raga dan tatap tak lagi membasuh, sekali lagi, Engkau memberi jawaban atas berjuta tanda tanya, tentang airmata membawa luka dan nestapa, atas jalan kaki terjal tak beralas penyangga, namun harap masih mengalir bersama dahaga. orang menyebutnya rindu, sebagian berucap candu, namun aku berkata pilu atas semua laku jalin ikat erat terbatin, ego semakin meronta bersua, perantara demi apa aku meminta, syukur atas nikmat tiada tara aku pemujamu di setiap kata dan sorot mata hampa.  Ilustrasi foto diambil dari : http://www.visitapenasco.com.mx/llorar-es-bueno-para-nuestra-salud/

Mata Pena

Gambar
Derap kaki ku semakin lemah Meredup lalu tersungkur Dalam pembaringan di sepertiga malam Menangis dalam pelukan sajadah tergelar Untaian kalam Illahiyah tergumam Dari lisan tanpa dosa dalam sujud dan pinta Istiqomahkan gerak mengabdi pencipta Lisanku kelu, tanpa kata Gemuruh bagai petir menyambar mimpi manis Jejaring berduri berisi hati tak berpenghuni Diam dan sendiri Aku masih saja memikirkanmu, Menikmati sajak atau pemikiranmu yang sendu Kata demi kata tajam menyilaukan Apa dengan cara yang sama Kau mencoba berbicara Dengan hati yang mungkin masih tertinggal Lepas, lepaskanlah Tapi ruh kita seolah masih bernyanyian Erat semakin erat Ada jawaban lebih indah mengambang Tentang bersatunya hati tanpa kepastian Masih menyatu, selalu menyatu Tanpa kata terucap dan pena berisyarat Ikatan yang kuat, di bathiniyah kalbu paling dalam Berlayarlah menuju samudra, Masih di pembaringan ...

Pati Bumi Mina Tani

Gambar
Pati Negeri elok nan berseri memayungi tiap jerih Pemilik sejuta cerita tentang masyarakat berbudi Ujung tombak kebahagiaan kemanapun kaki melangkah pergi Menuju titik pemilik adipura kebanggaan setiap pribadi Bumi indah dipayung mentari Bersinar terang seindah simphoni Kota sejuta ulama dan santri Muara ilmu bersarung dan peci Ribuan santri mengaji dari penjuru negeri Layar berkibar kapal melalang Pejuang kail dan cangkrang mengembara mengejar fajar Menafkahi anak istri suatu keharusan Dengan jiwa pantang untuk rupiah yang halal Lumbung padi mata pencaharian petani Subur asri di pelataran semilir bersemi Negeri sejuta ketela dan batik bakaran pujaan Jayalah selalu kini dan nanti Geguyub rukun masyarakat makmur Gage go dolan moro omahku Patiku patiem ijo royo-royo Golek sego gandul tali pengatur jiwo

Menggapai Semesta

Gambar
Ada yang tersedu dalam isakkan tangis Menatap langit penuh kusam dan abu-abu Menanti hari berubah tak pasti Mata air jernih dari mata sang hamba Mengalir tak tersisa Hanya suara tanpa rupa Ia menangis siang dan malam Menanti fajar menunggu mega senja Gurat sudah nampak, terbujur dalam persinggahan Masih tentang rasa tak berbalas Mengharap doa semesta memberi restu Bergerak tanpa suara, Berdiri tegap tak berpijak Maukah engkau masih memegang jemariku Dan berkawan denganku Dunia sesurga ku, Mesti memang bersanding itu angan yang tak nyata, Setidaknya pujaan masih di hati dan satu dunia yang sama.

Lembayung Senja

Gambar
Berselimut awan kelabu menyapa Bahagia cerita dalam diam meski menyiksa Bungkam kata kita ukir kenang Seribu cerita, cinta jadi asa. Bukan ego, munafik atau fana. Kita genggam hati berpeluk percaya. Badai itu, jadikan kita kuat. Tanpa airmata, bahkan lelah dapat menyekanya. Dengarkan suara hati, percaya cinta sejati. Piramidpun tak ingin sendiri. Ia menunggumu untuk tegap dan berdiri. Jika semua harap bukan menjadi angan Reruntuhan gelisah dibangun kembali dalam do'a Lembayung senja menunggumu di singgasana istana

Sebuah Definisi

Gambar
Aku tak ingin mendefinisikan satu hal Karena menjadi bagian di dalamnya tak pernah aku idamkan Biarlah berjalan sesuai arusnya Atau berhenti pada sudut-sudut ego Kala bulat menjadi khayal Pula kotak menjadi kenyataan Tentang tangan yang tak ingin bercerai Namun keyakinan telah terberai Karena angan tersapu angin Maka Tinggal atau berlari Pilihlah sesuai nurani Berbekal resiko di punggung berpijak Sayup dalam asa Teriring airmata Kepingan senyum mentari mulai pipih Sontak Mendung durja Mulai tersungkur lemah, Dan .. Entah.

Kamu

Gambar
Ijinkan ku menulis pilu Untuk segala rasa yang candu Tentang keabadian abu-abu Mengalir dalam ukiran tak berbentuk Di batas ku mengadu Ku pasrahkan pada Rob-ku Tentang halal dan restu Semoga angan ku besertamu Bersatu indah mengukir syahdu Dan kamu, menjadi kawanku Dunia pula akhiratku.

El-Faqir

Gambar
Gemerlap nikmat meliputi jiwa Dalam sanubari insan limpah dosa Pelipur lara taburan canda Hiasi hari nan cercah asa Dekapan syurga khatulistiwa Bersimluh dalam rintihan doa Bara lara selimuti aral lintang Menghadang tiap percik cahaya Apalah daya raga menyapa Tanpa Pencipta dalam dekapan Selama jiwa masih memeluk mesra Gejolak harap jangan pernah pudar Dalam diri hamba bersimpuh tasbih  Dalam mencari ridho semesta Illahi

Terimakasih Senja

Gambar
Segala penjuru, Di ufuk barat menyapa,  Ada keindahan berupaya menghilang,  Tanpa sadar membawa ruh dan airmata bersamaan,  Wahai oh wahai,  Jalan ridho menujumu atau berpaling,  Semesta berkabung atas keterjatuhan,  Bangkitlah memijar,  Lentara terang di langit jingga terpatri dalam jiwa,  Mengukir di hati pemilik rasa.  Kornea coklat yang mulai menunduk lemas,  Tersirami beningnya air jatuh ke tanah,  Mengembaralah dikau ke ujung dunia,  Saat cita kau dekap, cinta akan mendekat.  Terbanglah menuju langit ke tujuh,  Perbedaan tempat bukan alasan dirimu jatuh,  Tegar menjadi kuat lalu hebat Bukankah damba selalu memuja Maaf berpuluh juta maaf Masih teerbaik dan terindah,  Untuk senja,  Oyikieya.