Tangga Harapan
Ku gantungkan angan Pada angin kerisauan Sulit dijelaskan Menjadi abu dalam pandangan Memintamu tinggal bukanlah tuntutan Menjadikanmu pilihan terakhir pula aku bukan Tuhan Menjadi budak keyakinan ternyata engkau menjajahi peraturan Menjadi legal dan bingal Pergi ke perantauan Menutup pintu dari depan Tanpa mengucap selamat tinggal Masih saja mengemis perhatian Macam tak berdosa mengeluarkan darah dari suntikan Meramu rasa menjadi kebanggaan Menebar kabar menjadi pahlawan Memutar balikkan fakta siapa tersangka siapa dalang Menjadi sesosok malaikat berhati tajam Maka sisa harapan yang mana Harus ku idamkan Pemilik rumah pergi tanpa menjual Seisi rumah menjadi deburan lalu hilang