Idola

Seorang tuna wicara,
sedang memandang lalu lalang jalan raya,
Menengadah kedua tangan ke langit angkasa,
Berharap untuk apa yang di puja,
Untuk seorang yang dipeluk mesra,
Pujaan hati yang selalu di puja banyak kaum hawa,
Disana, masih ada yang menunggu tanpa lelah,
Namun masih saja diam tak berkata,
Ia hanya ingin di mengerti tanpa perlu banyak berbicara,
Ia hanya ingin dihampiri tanpa ingin mengemis airmata,
Mungkinkah strata sosial telah menjadi musuh utama pertemuan insan,
Atau kelancangan pengemis yang mendamba pujaan istimewa,
Kau idola, sedang aku hanya tuna wicara,
Akankah bersatu menjadi seperti yang di damba,
Hanya doa yang dapat terpanjatkan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sang Mujahid

Selamat Ulang Tahun Pujaan

Simpuh, Tuan