Damai Nusantara

Masih terlihat guratan-guratan pada pipi seorang kakek tua,
Kala ia sedang mengayuh sepeda demi sesuap nasi untuk anak kecil yang sedang menangis di pojokan sana,
Ditemani jas hujan dan jutaan rintikan air yang jatuh,
Entah itu hujan, keringat, dahaga, atau airmata,
Bibir yang mengembang damai bersahut dengan pipi yang telah keriput itu,
Menyapa sekelilingnya dengan hangat dan tersipuh
Punggung yang tak lagi tegap, gigi yang tak lagi utuh, masih berjalan tak beralas kaki,
Mencoba membelai krikil tajam dan rerumputan berduri
Kakek telah renta, namun semangatnya masih muda
Berbeda dengan pemilik roda empat, berjas dan berdasi disana
Ia masih muda, namun hanya ingin enaknya saja.
Kaki di atas, leher bersender, tangan menghitung kertas yang bernama rupiah,
Entah dimana janji untuk mendamaikan negeri.
Namun kakek masih bahagia, dengan keluarga dan makan seadanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sang Mujahid

Selamat Ulang Tahun Pujaan

Simpuh, Tuan