Surat dari Illahi
Langit masih malu menampakkan senyumnya,
Bahkan kini ia mulai meneteskan jutaan rintik hujan tanda ia sedang masam gulana,
Namun ada yang mendengar suara gemuruh hati insan yang sedang bergejolak risau,
Lewat surat undangan untuk menjamu dan mengadu,
Kumandang adzan terdengar dari segala penjuru,
Untuk mengingatkan hamba agar selalu ingat kepada sang Pencipta,
Jangan berbaring atau menundanya,
Keistimewaan ada pada yang pertama
Keberkahan ada pada yang kedua
Dan asih Tuhan ada pada yang pungkasan
Mari bersujud dan berdoa,
Tuhan selalu ada untuk hamba yang mencariNya
Bahkan kini ia mulai meneteskan jutaan rintik hujan tanda ia sedang masam gulana,
Namun ada yang mendengar suara gemuruh hati insan yang sedang bergejolak risau,
Lewat surat undangan untuk menjamu dan mengadu,
Kumandang adzan terdengar dari segala penjuru,
Untuk mengingatkan hamba agar selalu ingat kepada sang Pencipta,
Jangan berbaring atau menundanya,
Keistimewaan ada pada yang pertama
Keberkahan ada pada yang kedua
Dan asih Tuhan ada pada yang pungkasan
Mari bersujud dan berdoa,
Tuhan selalu ada untuk hamba yang mencariNya

Komentar
Posting Komentar