Membunuh Hampa

Tanah terhampar di hati perempuan patah hati,
Menipu dengan jutaan senyum menganggun lembut,
Dia berkata pada kaca ada bahagia yang telah terenggut,
Telah meninggalkan jutaan keping pilu menguras airmata,
Menembus dinding-dinding sabar dan ikhlas membiru,
Luka, jangan lagi tanya.
Pergi, sudah ke beberapa .
Kembali, entah kali kesekian.
Gurat sendu menipu jemari rasa mengundang durja,
Membongkar benteng keakuan dan keegoisan,
Mengemis dalam tiap detik sepi,
Meminta satu kata penenang,
Berakhir pada pagi membisik bumi,
Bahwa kaki tak lagi ingin melangkah pasti,
Menjejali duri meneteskan darah di pipi,
Buang semua acuh dan perih,
Sepiku ingin engkau disisi,
Jangan lagi pergi tanpa permisi
Jangan lagi tinggal untuk menguji,
Perempuan patah hati butuh penyembuh luka bukan pembuat derita, lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sang Mujahid

Selamat Ulang Tahun Pujaan

Simpuh, Tuan