Peluk Hamba
Yang disana,
Lebih indah juga hijau,
Ranum harum semerbak pucuk kejayaan,
Di beri di hampiri pula dipuja tinggi,
Selalu jaya mencakar langit tujuh keistimewaan duniawi,
Kata andai menjadi angan pribadi memandang,
Adakah celah mampu masuk kedalam dunia rumput tetangga katanya,
Yang disini,
Berjuang sekuat tenaga,
Perih tak terhingga,
Jatuh bangun membangun dengan pondasi utuh,
Namun tetap saja sama saja.
Padahal, jalur sudah di tetapkan,
Bahagia sudah digariskan,
Jangan lagi ada caci apalagi iri,
Tuhan memberi sesuai porsi,
Bagaimana engkau menempatkan dan menjadi hamba berbudi
Menjadikan kewajiban di atas segalanya,
Menjaukan larangan tanpa alasan hawa,
Jadikan kaca sebagai cermin diri,
Pandang diri sebagai obyek juga pelaku,
Biarkan mereka dengan segala rizki,
Engkau dengan usaha jerih payah tanpa terikat ilusi.
Allah maha Adil, Rohman Rohimnya akan terus mengalir,
Untuk hamba yang mendekat, peluk erat setiap amanat.
Komentar
Posting Komentar