Kaki Berpasang Tiang
Aku memuja hujan jatuhnya bertaburan
Memberi rindu hinggapi keraguan
Menuntun pagi dalam gemerisik tangisan
Seperti angin yang tak pernah enggan datang
Dirimu hadir selalu dalam lamunan
Bahkan mimpi pun semu dalam ikatan
Meraba parasmu dalam jawaban
Pernahkah kau pula rasakan
Hati iba melihat senyum yang tumbang
Risau pulakah penantian yang tak juga bermuara
Kala pandang masih saja pudar buram
Meski sesekali jelas dalam tatap
Tetap istiqomah dalam tahap
Sesabar bintang menemani angkasa
Akan ku lakukan seperti yang engkau pinta
Beribu teling dan air mata ikut merasakan getir manis cerita
Engkau masih tertunduk malu memendam semua
Memang bukan ingin pula angan
Haq hanya pasrah ikhlas menerima
Segala ketetapan takdir sang Pencipta Rasa.
Komentar
Posting Komentar