Asing
Berjalan berdua
Tanpa usaha bibir terbuka
Menuruti jangka kaki seirama
Menjangkau jemari mencoba mengabdi
Masih dengan sepi tanpa nada
Tertunduk ragu seribu bahasa
Kokoh tak tergoyah mengacu haluan
Masa depan seribu isyarat makna
Mengayuh mengacu merayu memilu
Surau seram wajahmu muram
Sergap serbu seribu buram
Tanda tanya aku mengadu
Tanpa kata engkau menatapku
Sorot mata isyarat binar kepastian
Bibir kembang pertanda bahagia tak terhingga
Kedamaian ada, dalam panggung punggung pemula pemuda
Meski kita,
Masih asing tak berbicara tak bertatap muka.
Tanpa usaha bibir terbuka
Menuruti jangka kaki seirama
Menjangkau jemari mencoba mengabdi
Masih dengan sepi tanpa nada
Tertunduk ragu seribu bahasa
Kokoh tak tergoyah mengacu haluan
Masa depan seribu isyarat makna
Mengayuh mengacu merayu memilu
Surau seram wajahmu muram
Sergap serbu seribu buram
Tanda tanya aku mengadu
Tanpa kata engkau menatapku
Sorot mata isyarat binar kepastian
Bibir kembang pertanda bahagia tak terhingga
Kedamaian ada, dalam panggung punggung pemula pemuda
Meski kita,
Masih asing tak berbicara tak bertatap muka.
Komentar
Posting Komentar