Kopi

Kopiku sudah matang,
Beranjak dari seduhan,
Untuk tuan sebagai minuman,
Silahkan cicipi selagi hangat senyuman.

Kopiku tak pahit,
Tak pula manis ucapan,
Kopiku ingin engkau berkenan,
Menikmatinya tanpa harus berbayar.

Maaf, meski Kopiku berampas,
Tak usah kau berhempas,
Akan ku ganti sebelum kau rampas,
Untuk sekedar tau kau pertarung yang buas.

Aku tak menyediakan teh dan lainnya,
Aku hanya punya kopi,
Meski hina tapi aku bangga,
Setidaknya punyaku tidak membabi buta.

Terserah mau kau remix dengan apa,
Kopiku tetap kopi.
Hitam pekat tak punya celah tak punya titik,
Ia tak bersandiwara, unt menciptakan konflik.

Kopiku hanya secangkir,
Namun, tetap saja kau masih berfikir,
Sampai malam telah tergelincir,
Kopiku masih setia  tanpa getir.

Tunggu dulu, jangan buru-buru,
Beranjak pergi tanpa senyuman kau bayarkan,
Unt hamba selagi masih ada,
Sebagai kedamaian meski tanpa rupa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sang Mujahid

Selamat Ulang Tahun Pujaan

Simpuh, Tuan