Horizontal atau Vertikal

Engkau menghilang,
Tatap ku kosong beradu pada awan,
Rupa segala daya ku hapuskan meski bayang tak pernah hilang dari pandang
Memeluk bayangmu bahwa kerinduan bukan hak ku tapi tetap saja itu aku.
Menatap seribu detik purnama berganti kau masih saja di hati.
Entah apa sejatinya komunikasi yang di sebut sebagai kedamaian,
Aku membuang muka jauh untuk yang selalu datang,
Aku mempertahankan penuh untuk yang selalu menghilang.
Maafkan, inikah hubungan sakral.
Dimana aku menghubungimu dengan sujud dan do'a.
Inikah kedamaian, saat tak ada tuntutan mengikhlaskanmu pergi dan tanpa kabar.
Atau inikah rupawan,
Mampu memikat hati tanpa ada kata buai dan belai.
Inikah engkau,
Mampu menali hati membuat kedamaian dengan cara yang anti mainstream.
Inikah jalan vertikal yang engkau pilih
Menitipkan cintamu pada sang Pemilik rasa membiarkanku merana pada bisik bumi agar sampai ke semesta.
Inikah?
Maka, harus dengan apa aku tersenyum dalam tangis airmata.
Karena segalamu ku hormati dengan penuh dan patuh.
Inilah, keikhlasan dalam hubungan.
Memintamu percuma,
Meninggalkanmu apa daya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sang Mujahid

Selamat Ulang Tahun Pujaan

Simpuh, Tuan