Elegi Senja




Aku hanya memaksa logikaku untuk sakit hati,
Menjelaskan pandanganku menjadi semakin jelas,
Jatuh ke dasar samudra kepedihan semakin dalam,
Aku hanya membenturkan kelalaianku dalam ketidakpastian,
Menerbangkan airmataku menjadi lautan,
Terbahak-bahak dalam alunan nyanyian,
Semerdu kisahmu dengannya yang mungkin menjadi idaman,
Aku hanya ingin sibuk,
Mengurusi duniamu yang sudah terisi keindahan,
Menjadi penonton bayangan bercumbu dengan lara dan nestapa,
Aku hanya,
Ingin sakit hati lebih dalam,
Lebih ingin dengan jelas,
Melihatmu memukul dengan keras,
Menghancurkan dengan amarah,
Sepatah dua patah kata mu sungguh menentramkan,
Meski hanya dengan jawaban ketidakikhlasan,
Aku mencintaimu,
Meski engkau mulai enggan.
Memotong habis harapan,
Menjadi khayalan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sang Mujahid

Selamat Ulang Tahun Pujaan

Simpuh, Tuan