Takeru Do




Tebaran sayap melalang buana menata singgasana keabadian
Safana mencari pelita saluna mengamalkannya
Berjuang di jalan ilmu berjihad tak pandang waktu
Dari fajar mega sampai senja menyapa
Kantuk dahaga juang mengabdi paduka
Memegang amanah menata surga
Mengeja abata dari celotehan si mungil di taman baca
Kitab kuning di tangan, kuda Besi merah muda sahabat perjalanan
Menuju gerbang pintu penjara suci idaman,
Sarung dan kopyah identitas kebanggaan,
Berpuluh kawan melantunkan ilmu ratusan tahun kisaran,
Kepada nusa menjadi benteng pertahanan
Demi negeri elok pujaan cita dan harapan
Jangan khawatir ibunda, rumahmu aman di dekapan para pejuang
Mempertahankan keutuhan mengobar panji kedamaian
Aku ada di Garda depan,
Selama nafas masih di kandung badan,
Dan ridho kiai selalu di genggaman,
Pribadi hamba serahkan,
Ngaji, Ngabdi, dan berdikari
Pada Bumi pertiwi.


*cerita seorang sahabat yang waktunya di abadikan untuk menuntut ilmu di sarang, mengajar madrasah diniyah dan taman baca al-Qur'an, memegang amanah pondok di suatu daerah di dusun kragan, menjadi anggota pertahanan NU, dan bekerja demi kemandirian.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sang Mujahid

Selamat Ulang Tahun Pujaan

Simpuh, Tuan