Istana Bayangan




Kau masih saja membawaku ke lautan luas
Terombang ambing di pusara bimbang
Menjemu haru berlumpur luka
Kau masih saja menghujami ku peluru nestapa
Saat hujan tak henti jatuh di pelipis mata
Menghapus pengharapan mimpi pujaan
Apa kau kira menjadi diriku itu mudah?
Membangun puing-puing kehilangan
Bertemu engkau yang ingin merobohkan istana keyakinan?
Bata demi bata do'a dan airmata,
Bersujud di pengharibaan Tuannya,
Menggibahkan mu di dalam setiap do'a teriring derai air mata
Menghibahkan hati yang menganga luka tak terobati
Reruntuhan tak berpuing, rata dalam tepian
Menyederhanakan rasa ternyata kau bukan jawaban sebenarnya
Rasaku mengharu biru menemu takdir
Kala paradumu bukanlah ta'bir
Terimakasih unt luka yang kau beri
Cukup tau yakinku di atas ragumu
Juangku terpenjara pada resahmu
Istana bayangan mengalun indah hanya akan tetap menjadi semu
Kau tak perlu malu
Inikah karma jika aku memilihmu dan kau berlalu
Terimakasih ku menjadi ucap selamat tinggal
Karena tunggalku bukan menjadi citamu
Selamat menuju halalmu yang baru
Aku akan melepas keduniaanku,
Dan menjadi pribadi menghamba dan mencinta
Kepada Pemilikku yang sejati
لا اله الا أنت، سبحانك إني كنت من الظالمين.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sang Mujahid

Selamat Ulang Tahun Pujaan

Simpuh, Tuan