Kelabu

Perempuan di balik tirai,
Sedang menunggu doa yang terijabahi
Dalam kerumunan kain putih di atas sajadah tangan menengadah
Ia berbisik ke bumi semoga langit mendengar
Pinta demi pinta untuk lamanya penantian musim berganti
Sementara hujan masih saja jatuh,
Entah di pipi entah dari langit semesta.
Jarum jam yang seolah melambat menadakan hari tak jua cepat
Langit kelabu memenuhi ufuk timur menggenggam kegelapan,
Karena terang sedang pergi entah kemana
Jarak masih juga tergerak,
Restu masih juga membisu
Ku gayuhkan tangan salim kepada sang ibu
Gerbang semesta semoga meridhoi
Perjumpaan kita di persimpangan jalan,
Semoga berakhir di pelaminan,
Meski tak saling kenal dari hari hingga tahun berjalan.
Kita bersatu dalam ikatan keyakinan.
Salam mengabdi pada tinta ikatan suci.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sang Mujahid

Selamat Ulang Tahun Pujaan

Simpuh, Tuan