Sarjana Zaman Milenia




Mentari masih saja tersenyum puas,
Terik berpacu dengan mendung mega,
Hari berjalan beserta kenangan,
Tali toga sudah berpindah ke kanan,
Riuh teluk tepuk tangan menyambar,
Kata orang strata empat sudah di tangan.
Namun itu sudah beberapa tahun silam,
Harapan lulusan menyambut dunia dalam genggaman,
Atau lapangan pekerjaan siap menerima pengabdi bangsa berketuhanan,
Tut wuri kehidupan telah dijalankan,
Masih saja merebahkan badan di kasur pengharibaan,
Dua puluh empat jam,
Padahal empat tahun atau lebih menimba ilmu demi kesejahteraan,
Atau menyambung cita orang tua ingin penerusnya mapan,
Apakah kertas2 akademisi masih dibuka,
Atau hanya berserakan sebagai syarat di muka,
Mampukah berakhir dengan bahagia,
Atau nestapa.
Selamat datang sarjana muda zaman milenia,
Ingatkah ayah bundamu merangkak demi sesuap nasi dan bekalmu berhuru hara,
Ditambah lagi administrasi yang kau palsukan sebagai garukan darah punggung pundi-pundi rupiahmu kepada mereka.
Masihkah engkau gunakan memoles wajah atau membeli buku di perpustakaan negara?
Institusi mana yang masih engkau banggakan sebagai almameter pencetak mahasiswa berprestasi,
Atau lulusan akademisi sukses dalam pun luar negeri,
Selamat pagi sarjana zaman milenia,
Semoga tak akan menambah beban negara.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sang Mujahid

Selamat Ulang Tahun Pujaan

Simpuh, Tuan