Lembayung Senja
Berselimut awan kelabu menyapa
Bahagia cerita dalam diam meski menyiksa Bungkam kata kita ukir kenang
Seribu cerita, cinta jadi asa.
Bukan ego, munafik atau fana.
Kita genggam hati berpeluk percaya.
Badai itu, jadikan kita kuat.
Tanpa airmata, bahkan lelah dapat menyekanya.
Dengarkan suara hati, percaya cinta sejati. Piramidpun tak ingin sendiri.
Ia menunggumu untuk tegap dan berdiri.
Jika semua harap bukan menjadi angan
Reruntuhan gelisah dibangun kembali dalam do'a
Lembayung senja menunggumu di singgasana istana
Bahagia cerita dalam diam meski menyiksa Bungkam kata kita ukir kenang
Seribu cerita, cinta jadi asa.
Bukan ego, munafik atau fana.
Kita genggam hati berpeluk percaya.
Badai itu, jadikan kita kuat.
Tanpa airmata, bahkan lelah dapat menyekanya.
Dengarkan suara hati, percaya cinta sejati. Piramidpun tak ingin sendiri.
Ia menunggumu untuk tegap dan berdiri.
Jika semua harap bukan menjadi angan
Reruntuhan gelisah dibangun kembali dalam do'a
Lembayung senja menunggumu di singgasana istana
Komentar
Posting Komentar